MANAJEME PERAWATAN PERALATAN PRAKTIK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN
EQUIPMENT MAINTENANCE MANAGEMENT PRACTICE OF VEHICLE ENGINEERING PROGRAM
Oleh:Arief Noor Cahyadidan Zainal ArifinPendidikan Teknik Otomotif,Fakultas Teknik, Universitas Negeri YogyakartaEmail: rief_91@rocketmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen perawatan peralatan praktik program keahlian teknik kendaraan ringan yang ditinjau dari aspek perencanaan (planning). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subyek dan obyek penelitan warga. Subyek penelitian meliputi Ketua jurusan, Kepala bengkel, Guru, teknisi, dan toolman serta obyek peralatan yang ada di bengkel Teknik Kendaraan Ringan. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket, dokumentasi dan observasi. Validasi instrumen penelitian dengan mengkonsultasikan kepada ahli (expert judgement). Anilisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perawatan peralatan praktik program keahlian teknik kendaraan ringan untuk aspek perencanaan termasuk kategori yang sangat efektif dengan persentase mencapai 81,32%. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perawatan peralatan praktik program keahlian teknik kendaraan ringan perlu dipertahankan untuk kelancaran pembelajaran praktik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.
Kata Kunci: Manajemen perawatan
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- 14 adsense -->
<ins class="adsbygoogle"
style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-7811017275926568"
data-ad-slot="6316208832"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi seperti ini pembangunan nasional dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks, oleh karena itu diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Menurut Suyanto (2010: 3) dalam Sunarso dan Paryanto (2016: 70) dalam era globalisasi, peluang untuk memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan dari suatu negara akan semakin besar jika didukung oleh Sumber Daya Manusia yang memiliki beberapa aspek yaitu pengetahuan dan kemampuan dasar untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan dinamika pembangunan yang tengah berlangsung, karakter yang unggul beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, jenjang pendidikan semakin tinggi, keterampilan keahlian yang berlatarbelakang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), kemampuan untuk menghasilkan produk-produk yangunggul baik dari kualitas maupun harga serta mampu bersaing dengan produk-produk lainnya di pasar global. Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan suatu program pengembangan sumber daya manusia dengan pendidikan yang baik. Pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintah mengusahakan dana menyelenggarakan sistem pendidikan yang diatur dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu secara terampil dan profesional sesuai dengan UU No. 2 tahun 1989 Sistem Pendidikan Nasional pasal 2 ayat (3) dan PP No. 29 tahun 1990 pasal 5 ayat (2) yang berbunyi :“Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja pada bidang tertentu "Pendidikan sekolah menengah kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan profesional "Tujuan pendidikan menengah kejuruan secara umum adalah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengembangkan potensi peserta didik agara menjadi warga negara yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggungjawab. Sedangkan tujuan khusus dari pendidikan menengah kejuruan adalah menghasilkan tenaga kerja yang terampil, terlatih, dan terdidik yang dapat memenuhi persyaratan jabatan dalam industri perdagangan dan jasa serta mampu membuka lapangan usaha baru untuk meningkatkan produktivitas serta perluasan kesempatan kerja.Kegiatan belajar di Sekolah Menengah Kejuruan lebih menekankan kemampuan psikomotorik dan keterampilan siswa, oleh karena itu kegiatan belajar praktik menjadi hal yang sangat penting, keberhasilan pembelajaran praktik ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana praktik yang memadai. Ketersediaan sarana dan prasaranapraktik akan menentukan kualitas pendidikan.Kualitas pendidikan sangat erat kaitannya dengan proses pelaksanaan pembelajaran yang dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain: kurikulum, tenaga kependidikan, proses belajar mengajar, sarana dan prasarana yang ada, ketersediaan peralatan dan bahan praktik, manajemen perawatan peralatan. Dengan adanya faktor pendukung yang memadai akan menjamin kelancaran proses pembelajaran sehingga mampu menghasilkan kualitas lulusan yang baik dan mampu berkompetisi di dunia kerja.Rendahnya kualitas lulusan SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro dapat dilihat dari rata-rata nilai kelulusan komponenen produktif, yang merupakan nilai komprehensip untuk mata pelajaran kejuruan. Nilai kriteria kelulusan minimal (KKM) yang ada di sekolah tersebut adalah 7,5. Untuk kelulusan siswa pada tahun ajaran 2014/ 2015 rata-rata nilai produktifnya adalah 7,2 . Dari 94 siswa yang diluluskan, 3 orang mendapat nilai 9, 34 orang mendapat nilai 8, 42 orang mendapat nilai 7, 10 orang mendapat nilai 6, dan 5 orang mendapat nilai 5 (data SMK). Kualitas lulusan juga dapat dilihat dari kemampuan (skill) siswa dan diterima tidaknya lulusan dikalangan industri, tetapi kenyataannya hanya sedikit yang dapat terserap di dunia kerja yang sesuai dengan kejuruannya atau linear, data bisa dilihat pada lampiran 1. Hal ini terjadi karena adanya kesenjangan (miss match) antara jenis, kualifikasi dan jumlah sumber daya manusia yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan kejuruan dengan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh pihak industri. Salah satu cara untuk mengatasi persoalan ini dengan pengadaan dan pengelolaan sarana praktik yang memadai/ menyesuaikan dengan yang ada di dunia kerja sehingga diharapkan siswa dapat beradaptasi dengan dunia kerja atau dunia industri.Menurut Andrey (2006: 34) dalam Rambat Nur Sasongko (2011: 105) bahwa untuk bisa mengatasi permasalahan yang dihadapi sekolah, memerlukan fokus dan pengatasan satu persatu.Pengadaan dan pengelolaan sarana praktik dalam kegiatan pembelajaran praktik di Sekolah Menengah Kejuruan harus dilakukan secara optimal. Pengelolaan sarana dan prasarana praktik akan mempengaruhi motivasi siswa dalam proses pembelajaran praktik. Pengelolaan sarana dan prasarana praktik yang kurang baik akan menyebabkan siswa kehilangansemangat belajar. Sekolah Menengah Kejuruan perlu terus mengadakan penyempurnaan dalam hal pengelolaan sarana dan prasarana praktik.Pengelolaan sarana dan prasarana praktik dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan memerlukan dana yang besar sedangkan dana yang tersedia sangat terbatas, oleh karena itu dalam pengelolaannya harus tepat dan tearah sehingga tercapai efisiensi dan efektifitas. Pengelolaan sarana dan prasarana praktik dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah Menengah kejuruan meliputi: (1). Perencanaan kebutuhan alat dan bahan, (2). Sistem administrasi penggunaan alat dan bahan, (3). Penyimpanan dan pengaturan alat dan bahan, (4). Pengontrolan serta perawatan alat dan bahan, (5). Laporan kondisi alat, (6). Perbaikan alat.Proses belajar mengajar di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro terdiri dari 30% teori dan 70% praktik. Dengan demikian kebutuhan sarana dan prasarana yang memadai untuk praktik sangat tinggi. Oleh karena itu informasi mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro perlu diketahui. Salah satu aspek yang mendukung adalah manajemen perawatan peralatan praktik. Efisiensi dan efektifitas akan tercapai dengan pelaksanaan manajemen yang baik melalui tindakan sistematis yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Dalam kegiatan perawatan peralatan praktik diperlukan manajemen yang baik, agar dengan kerbatasan dana yang ada peralatan praktik tetap terawat sehingga kegiatan pembelajaran praktik tetap dapat terlaksana dengan lancar serta tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.Peralatan praktik yang dipakai secara terus menerus akan mengalami kerusakan sehingga fungsinya menurun atau menjadi tidak berfungsi/ rusak sehingga diperlukan suatu usaha perbaikan. Pemeliharaan menekankan pada usaha menjaga agar fasilitas bengkel dapat berfungsi dengan baik sehingga tercapai penghematan biaya dan efisiensi.
METODE PENELITIAN
PendekatanPenelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif survei. Setelah menentukan masalah dan menyusun teori, kemudian menentukan variabel untuk mempermudah dalam membuat instrumen penelitian. Instrumen yang sudah ada akan divalidasi dan diujikan untuk mengumpulkan data. Data yang telah terkumpul akan dianalisis dan diolah untuk mendapatakn kesimpulan dari penelitian.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, Bantul, yang beralamat di Jalan Samas Km. 2,4, Kanutan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktobersampai dengan november 2016
Subjek Penelitian
Subyek penelitian terdiri dari : responden dalam penelitian ini merupakan pihak-pihak yang terlibat dalam program perawatan peralatan praktik yaitu: pengelola jurusan (ketua jurusan dan kepala bengkel), guru, dan teknisi/ toolman program keahlian teknik kendaraan ringan yang total berjumlah 14 orang. Untuk memperoleh data dari responden menggunakan angket.
Prosedur
Tahap awal penelitian adalah melakukan observasi. Setelah didapat hasil observasi, langkah selanjutnya menentukan judul, membuat instrumen penelitian, menentukan sampel, uji coba instrumen, pengambilan data (tanpa melakukan tindakan), dan mengolah data untuk mengetahui keefektifan dari manajemen perawatan peralatan praktik Program Teknik Kendaraan Ringandi SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, Bantul. Tahap terakhir yaitu menyajikan hasil penelitian dalam bentuk laporan penelitian.
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- 14 adsense -->
<ins class="adsbygoogle"
style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-7811017275926568"
data-ad-slot="6316208832"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
Teknik Pengumpulan Data
Data dikumpulkan menggunakan angket, observasidan dokumentasi. Angket tertutup digunakan untuk mengumpulkan data untuk variabel perencanaan perawatan. Sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengambil dataaktual dari bengkel.
TeknikAnalisis Data
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan manajemen perawatan peralatan praktik program keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Bantul. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis untuk membuat kesimpulan dari penelitian.Data yang terkumpul dari angket, observasi dan dokumentasi dianalisis berdasakan jenis datanya. Analisa data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik statistik deskriptif.
HASIL PENELITIAN
Data persentase pencapaian indikator perencanaan dapat diuraikan sebagai berikut: adanya prosedur yang digunakan dalam membuat perencanaan dan pelakasanaan prosedur yang ada mendapatkan persentase 93,75% sehingga termasuk katagori sangat efektif.Dalam membuat perencanaan juga melibatkan berbagai pihak, dari data angket didapatkan persentase 73,21% sehingga termasuk kategori efektif. Dalam membuat perencanaan lebih menyesuaikan dengan dana yang tersedia, sehingga kurang ideal. Dengan melibatkan Ketua jurusan, Kepala bengkel, guru, teknisi, dan toolmanmaka diharapkan adanya saran, pendapat dan masukan dari pihak terkait.Adanya perencanaan pihak yang akan merawat peralatan mendapatkan persentase 82,47% sehingga termasuk kategori sangat efektif. Dalam perencanaan ini agar memfokuskan kinerja perawatan yang akan dilaksanakan pihak yang akan merawat peralatan.Perencanaan waktu pelaksanaan mendapatkan persentase 82,79% sehingga termasuk kategori sangat efektif. Pertimbangan dalam menentukan jadwal perawatan peralatan praktik berdasarkan jenis peralatan, pengalaman yang ada, lamanya pengoperasian, buku manual dan penting tidaknya peralatan dalam pembelajaran.Perencanaan anggaran program perawatan peralatan praktik dapat dinilai dari perhitungan anggaran yang dilakukan secara sistematis dan adanya daftar 77,68% sehingga termasuk kategori efektif. Hasil dari observasi dalam perencanaan anggaran lebih menyesuaikan dana yang tersedia. Anggaran untuk perawatan sangat sedikit sehingga program ini tidak berjalan secara maksimal. Sumber dana berasal dari RAPBS akan tetapi jumlahnya relatif kecil berkisar 0,5% dari 100% anggaran yang dikeluarkan sekolah. Perencanaan pengawasan dilihat dari adanya perencanaan petugas yang bertugas melakukan pengawasan dan adanya pengawasan yang dilakukan secara langsung di lapangan. Perencanaan pengawasan mendapatkan persentase 75,89% sehingga termasuk kategori efektif. Dalam perencanaan pengawasan tidak ada petugas yang secara khusus bertugas mengawasi pelaksanaan program perawatan. Waktu pengawasan tidak terjadwal, pengawasan dilakukan dengan mengontrol ke setiap UPK (Unit Program Keahlian).Perencanaan target yang akan dicapai mendapatkan persentase 81,25% sehingga termasuk kategori sangat efektif. Dalam perencanaan ini bisa dijadikan bahan evaluasi untuk pelaksanaan perawatan peralatan.Perencanaan pendokumentasian dilihat dari adanya rencana pendokumentasian secara tertulis dalam kegiatan perencanaan. Perencanaan pendokumentasian mendapatkan persentase 81,25% sehingga termasuk kategori efektif. Dalam pendokumentasian dilakukan dengan membuat daftar anggaran, daftar kebutuhan bahan, suku cadang, dan peralatan perawatan, daftar peralatan yang akan dirawat dan inventaris peralatan praktik.Perencanaan peralatan yang akan dirawat dan penggunaan skala prioritas dalam perawatan
mendapatkan persentase 80,84% sehingga termasuk kategori sangat efektif. Dalam perencanaan peralatan praktik yang akan dirawat lebih mengutamakan penting tidaknya peralatan tersebut dalam kegiatan praktik, peralatan tersebut umum digunakan dalam praktik, kebutuhan yang mendesak misalnya akan digunakan dalam uji kompetensi dan tuntutan kurikulum. Perawatan tidak hanya berpedoman pada waktu pemakaian peralatan praktik. Jika ada peralatan yang rusak dan menyebabkan proses pembelajaran terhambat.Kualitas perencanaan mendapatkan persentase 82,38% sehingga termasuk kategori sangat efektif. Dalam kualitas perencanaan sangat penting kaitannya dengan peralatan yang akan dirawat karena akan dijadikan acuan perencananaan yang baik.
mendapatkan persentase 80,84% sehingga termasuk kategori sangat efektif. Dalam perencanaan peralatan praktik yang akan dirawat lebih mengutamakan penting tidaknya peralatan tersebut dalam kegiatan praktik, peralatan tersebut umum digunakan dalam praktik, kebutuhan yang mendesak misalnya akan digunakan dalam uji kompetensi dan tuntutan kurikulum. Perawatan tidak hanya berpedoman pada waktu pemakaian peralatan praktik. Jika ada peralatan yang rusak dan menyebabkan proses pembelajaran terhambat.Kualitas perencanaan mendapatkan persentase 82,38% sehingga termasuk kategori sangat efektif. Dalam kualitas perencanaan sangat penting kaitannya dengan peralatan yang akan dirawat karena akan dijadikan acuan perencananaan yang baik.
KESIMPULAN DAN SARAN
Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data secara manajemen perawatan peralatan praktik program keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro yang ditinjau dari perencanaan (planning) perawatan peralatan praktik program keahlian teknik kendaraan ringan mencapai 81,32% termasuk kategori sangat efektif.Aspek perencanaan yang meliputi ; prosedur perencanaan, pihak yang terlibat, pihak yang akan merawat peralatan, waktu pelaksanaan perawatan, anggaran, pihak yang akan melakukan pengawasan, target yang akan dicapai, pendokumentasian, peralatan yang akan dirawat, dan kualitas perencanaan perawatan.
DAFTAR PUSTAKA
Rambat Nur Sasongko. (2011). Model Manajemen Pendidikan Berbasis Solusi Untuk Mengatasi Masalah Sekolah Miskin. Jurnal JTPK.Diakses dari http://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/1924/1577pada tanggal 26 desember 2016, jam 5.20 WIB.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.Bandung: Alfabeta.
Sunarso dan Paryanto. (2016). Implementasi Model Pembelajaran Competence Based Training Pada Pembelajaran Praktik Kerja Mesin. Jurnal JPTK.Diakses dari http://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/9573/pdfpada tanggal 26 desember 2016, jam 5.30 WIB.
(2007). UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Visimedia.
(2015). UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Diakses dari http://www.hukumonline.com/pusatdata/downloadfile/lt4c3d44a89102b/parent/17215pada tanggal 23 september 2016, Jam 21.30 WIB.
Comments
Post a Comment